Sistem Ekonomi Tradisional

7 Ciri Sistem Ekonomi Tradisional dalam Kehidupan Masyarakat

7 Ciri Sistem Ekonomi Tradisional dalam Kehidupan Masyarakat

7 Ciri Sistem Ekonomi Tradisional dalam Kehidupan Masyarakat Jika di zaman modern ini, hadirnya teknologi berperan banyak memberikan berbagai kemudahan dalam segala aktivitas manusia baik itu kehidupan sehari-hari maupun kegiatan bisnis dan ekonomi. bagaimana ketergantungan diri kita pada teknologi dan manusia untuk hadirnya teknologi yang selalu up to date dari masa ke masa. bagaimana bagaimana teknologi yang kita nikmati sampai saat ini tiba-tiba menghilang seolah ? Tentu akan membawa perubahan drastis dalam berbagai kehidupan manusia dan akan mengembalikan diri kita ke zaman tradisional, dimana saat itu manusia hanya bergantung pada kekayaan alam yang dimiliki oleh masyarakat.

Kembali ke zaman tradisional maka kita harus menarik kembali apa yang terjadi di zaman itu Zaman tradisional adalah zaman dimana kita masih tergantung dari alam dan ini merupakan suatu bentuk natural dari sistem ekonomi ekonomi, yang dimaksud dengan sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi paling sederhana yang dijalankan oleh masyarakat dengan cara mensinergikan antara kekayaan alam dengan kemampuan manusia yang kemudian diolah dengan cara memunculkan sifat ketergantungan manusia terhadap alam yang dimiliki, sehingga kegiatan produksi menjadi terbatas sesuai dengan jenis alam atau geografis. kehidupan

7 Ciri Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Dalam kegiatan ekonomi tradisional akan tampak ciri-ciri yang umum diterapkan dalam kehidupan masyarakat, yaitu.

  1. Kegiatan produksi hanya mengandalkan kekayaan dari alam

Kekayaan alam yang dimiliki oleh masyarakat akan menjadi penentu penentu jenis dan kegiatan produksi masyarakat Ketergantungan pada alam merupakan ciri khas sifat yang dimiliki oleh masyarakat tradisional, dimana

Jika dilihat dari pemetaan kemampuan masyarakat tradisional, maka akan digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu masyarakat agraris dan masyarakat maritim.

  • Masyarakat Agraris berarti hidup dengan mengandalkan tanah sebagai sumber kegiatan produksi. Pertanian dan segala bentuk bercocok tanam merupakan bentuk kegiatan masyarakat ini.
  • Masyarakat Maritim berarti hidup bergantung pada hasil laut.
  1. Struktur kerja belum terbentuk di masyarakat

Masyarakat tradisional hanya menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kemampuan masing-masing, maksudnya adalah dalam masyarakat tradisional minimal sekali kemampuan yang mereka kuasai, bisa dibilang mereka hanya menguasai satu keahlian yang didapat secara tu sama, kemungkinan masyarakat akan memiliki kemampuan yang merata dalam satu kegiatan ekonomi. dampak dari aktivitas yang seragam tersebut tentu akan menghasilkan suatu kegiatan ekonomi dimana hasil yang diperoleh cenderung homogen

Dengan latar belakang tersebut, tidak akan menimbulkan kerja dalam kegiatan ekonomi. Adanya pembagian kerja tidak akan diperhatikan karena berpikir sempit dan lebih dari mereka adalah kegiatan rutin masyarakat yang lebih utama mengandalkan diri sendiri dibandingkan dengan orang lain, tentu hal ini ada yaitu selain karena terbatasnya pengetahuan juga karena tujuan ekonomi yang bersifat jangka pendek.

  1. Kebutuhan modal tergolong minim

Masyarakat tradisional memiliki kesederhanaan dalam mengolah kekayaan alam Mulai dari peralatan sampai proses dalam menjalankan kegiatan mereka lebih cenderung memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh alam.Peralatan yang minim dalam mengolah alam juga akan sebanding dengan apa yang akan didapat. , yaitu hasil produksi juga akan minimal.

Hal lain yang menyebabkan modal minim adalah terbatasnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan kekayaan alam. Kegiatan masyarakat yang cenderung menjadi faktor monoton dari tahun ke tahun atau bahkan dari generasi ke generasi, maka tidak banyak jenis produk yang dihasilkan oleh masyarakat.

  1. Terbatasnya jenis kegiatan produksi

Jenis produksi tergantung dimana masyarakat berada. Kondisi geografis pada tempat-tempat tinggal masyarakat tradisional akan melahirkan jenis produk yang sangat identik dengan jenis geografisnya. Seperti yang diketahui bahwa hal tersebut dapat dieksplorasi oleh masyarakat. lakukan. Kultur ini terus dijaga oleh masyarakat tradisional sebagai bentuk pemahaman dan kepatuhan dalam menu

Keterbatasan nasihat dan pendidikan infrastruktur menjadi alasan mengapa sistem ekonomi tradisional terus diadopsi dari waktu ke waktu. Jadi, dari segi kapasitas, tidak banyak perubahan yang bisa mereka lakukan baik dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi maupun pelaksanaan kehidupan di masyarakat. Di sisi lain, tradisi leluhur yang terus dipertahankan dibatasi oleh aturan budaya yang ada di masyarakat, yang berdampak pada minimnya keluasan berpikir.

  1. Masih diterapkannya sistem barter dalam kegiatan transaksi

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi tertua yang pernah ada di dunia Dimana dalam kehidupan masyarakat saat itu tidak terdapat uang ditengah-tengah masyarakat sebagai media dalam kegiatan transaksi jual beli pihak akan saling menukar barang dalam pemenuhan kebutuhan atau keinginan masyarakat. memiliki kecenderungan pada minimnya jenis kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan kebutuhan yang mereka paling

  1. Produksi dan distribusi sangat terbatas pada kultur masyarakat

Hasil produksi dari ekonomi tradisional sangat terbatas dan cenderung monoton, hal ini disebabkan oleh keterbatasan baik dalam mengelola kekayaan alam maupun perangkat dalam kegiatan produksi, karena kemampuan nenek moyang yang terus dijaga tanpa menempatkan inovasi di dalamnya, baik secara langsung maupun tidak langsung kegiatan ekonomi tersebut tidak akan mengalami perubahan yang signifikan.

Distribusi hasil produksi sangat sempit, karena jenis yang dihasilkan tidak memiliki banyak variasi yang dapat disajikan kepada masyarakat. Hasil kegiatan ekonomi tradisional hanya berpusat pada kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan terciptanya kondisi masyarakat dan ekonomi yang seperti ini merupakan cermin dari sempitnya pemikiran pelaku kegiatan ekonomi tradisional.

  1. Pengolahan dan teknik produksi yang masih sangat sederhana

Ciri khas dari sistem ekonomi tradisional adalah peralatan sederhana yang digunakan dalam kegiatan produksi. Misalnya dalam kegiatan pertanian, peralatan yang digunakan untuk kegiatan membajak tanah umumnya masyara , pemikiran mereka menjelaskan bagaimana masyarakat menawarkan penggabungan kemampuan yang dimiliki masyarakat dengan dukungan peralatan dan tenaga yang disediakan oleh alam sekitar.

Keterbatasan pengetahuan masyarakat akan berkaitan dengan bagus tidaknya hasil produksi. Pengetahuan yang minim juga berdampak lain pada jenis teknik produksi yang digunakan. Dalam keterampilan masyarakat tradisional yang mereka peroleh merupakan perang, maka teknik produksi yang berlaku di masyarakat tidak akan mengalami perkembangan sampai kapanpun dan bahkan hingga generasi selanjutnya kegiatan ekonomi.

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem paling kuno yang pernah dikenal manusia, namun sistem ini tidak dapat dikatakan sudah mati atau tidak berlaku lagi. zaman adalah karena banyak negara di Benua Afrika yang dikategorikan sebagai negara tertinggal. Sehingga masyarakat memiliki masih dan menganut kultur kuno dan tidak pernah berlaku lagi. dengan informasi dan kemajuan zaman. , mereka masih menutup dengan dunia luar dan melanjutkan tradisi nenek moyang dengan tinggal di dalam hutan dan menyatu dengan alam.

dari sistem ekonomi tradisional adalah rendahnya hasil produksi oleh masyarakat dan kurangnya produktivitas dalam kegiatan ekonomi yang dihasilkan. Faktor penyebab rendahnya kegiatan ekonomi karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat, mereka hanya mendapatkan pengetahuan yang diperoleh dari pembuatan sebelumnya, tampak monoton dari masa selain itu peralatan yang digunakan sangat sederhana sehingga tidak mendukung dalam meningkatkan kegiatan produksi, namun di sisi lain, sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat mengikuti ajaran dan tradisi nenek moyang, sehingga kehidupan masyarakat relatif berjalan stabil.

Tinggalkan Balasan