Fungsi Devisa Untuk Perekonomian Negara

Fungsi Devisa Untuk Perekonomian Negara

Fungsi Devisa Untuk Perekonomian Negara. Forex pada umumnya merupakan jenis komoditas tertentu yang digunakan sebagai alat pembayaran atau transaksi perdagangan dengan masyarakat internasional. Kalau hanya metode pembayaran, kenapa tidak menggunakan rupiah saja? Sama halnya dengan mata uang rupiah dalam hal kemudahan penggunaannya, namun tentunya dalam bertransaksi dengan negara lain, jika cara pembayarannya menggunakan rupiah maka akan ditolak.

Seperti yang kita ketahui, mata uang rupiah hanya berlaku dan diakui di Indonesia. Transaksi luar negeri, di sisi lain, mengharuskan penggunaan barang-barang yang bernilai untuk digunakan dan diterima di negara itu. Misalnya, saat melakukan impor dan ekspor, transaksi perdagangan menggunakan valuta asing.

Ada beberapa bentuk atau jenis valuta asing.

  • Pertukaran asing
  • emas
  • Sekuritas
  • Wesel

Di atas segalanya, jenis forex,

  • Devisa umum yang diperoleh dari kegiatan ekspor
  • Kredit forex adalah pinjaman luar negeri
  • Valas Negara, Valas Pemerintah

Jika suatu negara ingin mempercepat pertumbuhan ekonominya, maka harus melakukan pembangunan nasional yang berkelanjutan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Dana pembangunan nasional dapat diperoleh dari dana dalam negeri dan pendapatan dari devisa. Membuka pasar impor/ekspor merupakan salah satu cara untuk meningkatkan devisa suatu negara.

Fungsi Devisa Untuk Perekonomian Negara

1. Alat Pembayaran Hutang Luar Negeri

Fungsi Devisa Untuk Perekonomian Negara yang pertama adalah alat pembayaran hutang negara. Pendanaan pembangunan nasional dapat diperoleh dari penerimaan negara dan tercantum dalam APBN. Pada tahun 2015 tercatat penerimaan negara melebihi Rp 1.490 triliun. Dana tersebut tentunya dialokasikan untuk semua sektor seperti pendidikan, infrastruktur dan keamanan nasional.

Anggaran yang besar diperlukan untuk mempercepat proses pembangunan negara. Pembangunan terus berlanjut, seperti yang dilakukan Indonesia saat ini. Ini untuk mengejar tujuan kemajuan dan kekuatan ekonomi. Tengok saja jumlah proyek di Indonesia tahun ini saja. Sektor infrastruktur memiliki sekitar 30 proyek, di antaranya proyek tol maritim, kereta api berkecepatan tinggi, pelabuhan baru, dan energi. Dibutuhkan banyak uang untuk menyelesaikan proyek ini.

2. Alat Transaksi Perdagangan Internasional

Kegiatan impor dan ekspor merupakan langkah menuju terciptanya perekonomian yang stabil. Ada banyak alasan mengapa pemerintah memberlakukan kebijakan impor dan ekspor, salah satunya adalah kurangnya permintaan dalam negeri dan kurangnya bahan baku yang hanya ada di negara lain. Terbukanya pasar impor dan ekspor berdampak sangat luas bagi kehidupan sosial suatu negara dan penduduknya, tidak hanya pada sisi ekonomi, tetapi juga pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang bisnis baru.

Faktor sederhana dan adanya kegiatan impor/ekspor atau perdagangan internasional dipengaruhi oleh adanya kerjasama ekonomi antar negara. Tidak semua negara berusaha membuka pasar impor/ekspor dengan negara lain. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk masalah keamanan nasional, masalah politik, perbedaan budaya, kualitas produk dan masalah standar, dan banyak lagi. Selain itu, ada faktor lain: kemudahan perdagangan dalam perdagangan. Tentu saja yang kami maksud di sini adalah metode pembayaran, apakah kedua negara menerima dan menyetujuinya atau tidak.

Dalam perdagangan internasional, fungsi valas adalah memfasilitasi munculnya transaksi perdagangan impor/ekspor. Rupiah tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran, tetapi valuta asing juga digunakan. Fitur ini menjadikan Forex sebagai mata uang kedua negara yang terlibat dalam pengadaan produk asing.

3. Pembiayaan Kegiatan Kenegaraan ke Luar Negeri

Kita sering mendengar di TV dan internet berita bahwa beberapa anggota pemerintah pergi ke luar negeri untuk mengunjungi negara-negara, membahas kerjasama dan isu-isu politik, seperti DPR, presiden, menteri, dan duta besar. Selain itu, Indonesia memiliki banyak kedutaan besar yang menjangkau beberapa negara yang bekerja sama dengan Indonesia.

Untuk kegiatan dinas dan perjalanan negara ke luar negeri, seluruh pembiayaan menggunakan devisa negara. Semua dari valuta asing, termasuk biaya kedutaan dan deposit. Fungsi devisa sebagai sarana pembiayaan kegiatan nasional di luar negeri berasal dari impor dan biaya ekspor sektor lainnya.

4. Pembangunan Nasional

Salah satu syarat percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan fasilitas nasional adalah percepatan pembangunan nasional. Pembangunan negara seolah tidak ada habisnya, tetapi setiap tahun semakin banyak proyek pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial yang ditujukan untuk kemakmuran nasional dan stabilitas ekonomi.

Pendapatan valas digunakan untuk mempercepat pembangunan negara. Semakin banyak forex yang masuk, semakin siap untuk pengembangan lebih lanjut. Ada banyak cara untuk menarik perhatian dunia luar ke negara kita dalam rangka meningkatkan pendapatan mata uang asing negara. Salah satunya adalah pengenalan pariwisata. Pariwisata menjadi daya tarik bagi sebagian orang yang senang melakukan perjalanan menjelajahi dunia baru lainnya, khususnya di Indonesia.

Melihat fungsi devisa di atas, pemerintah berkewajiban untuk mendorong kembali sektor-sektor yang menghasilkan permintaan ekspor dan berpotensi membuka atau mempertahankan kekayaan alam untuk tujuan pariwisata. Untuk mempercepat ekspor, Anda bisa melihat potensi pertumbuhan industri UKM Indonesia dengan produk-produk berkualitas tinggi dan unik. Dan sudah waktunya untuk memperluas pasar ke dunia internasional, terutama peran pemerintah untuk mendukung pengenalan merek Indonesia. Sebuah produk yang terkenal secara internasional. Dengan puluhan ribu UKM, ini akan menjadi sektor yang berpotensi menghasilkan devisa bagi negara.

Selain dari sektor ekspor dan pariwisata, Indonesia masih berpeluang memperoleh devisa dari banyaknya investor yang masuk ke Indonesia. Pasar di negara berkembang, termasuk Indonesia, akan menjadi tempat yang tepat untuk berinvestasi. Selain itu, secara demografis penduduknya sangat besar, dengan mayoritas ekonomi kelas menengah dan menengah ke atas, sehingga tingkat konsumsinya sangat tinggi dan kebutuhannya beragam, mulai dari perumahan hingga barang mewah. Ini bisa menjadi peluang besar untuk memperkenalkan solusi atau produk yang memenuhi kebutuhan pasar Indonesia.

Tinggalkan Balasan